Postingan

Gambar
  LAPORAN PELAKSANAAN TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 3 ALOR TAHUN 2026   KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di MIN 3 Alor dapat terlaksana dengan baik. Laporan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan TKA Tahun 2026 yang telah dilaksanakan di lingkungan MIN 3 Alor. Pelaksanaan TKA merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan pemetaan mutu pendidikan dan pengukuran capaian akademik peserta didik secara objektif, transparan, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, MIN 3 Alor telah berupaya melaksanakan seluruh tahapan kegiatan sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat berbagai kekurangan dan kendala, khususnya adanya gangguan listrik padam pada hari terakhir pelaksanaan sehingga sebagian peserta harus mengikuti TKA susula...
Gambar
  Kabar Gembira Untuk GTK Madrasah: Akun Google Workspace For Education (GWS) Kemenag Kini Sudah Tersedia di EMIS GTK Baranusa (MIN 3 ALOR) - Sebuah terobosan digital kembali hadir untuk menunjang kinerja dan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah. Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menerbitkan akun Google Workspace for Education (GWS) khusus bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kabar baiknya, akun GWS tersebut saat ini sudah tersedia dan dapat diakses langsung melalui akun EMIS GTK DEV masing-masing pendidik maupun staf tata usaha. Kehadiran akun GWS ini diharapkan dapat menjadi amunisi baru bagi para GTK, termasuk di MIN 3 Alor, untuk mengoptimalkan manajemen administrasi serta menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang lebih interaktif dan modern. Panduan Mudah Cek Akun GWS di EMIS Bagi seluruh GTK yang ingin mengetahui dan mengaktifkan akun GWS mereka, proses pengecekan dapat dilakukan secara mandiri dengan mengikuti 3 langkah mudah berikut: Login ke lama...

EKOTEOLOGI: NAFAS BARU MODERASI BERAGAMA DALAM MENJAGA BUMI, Oleh: Muhammad H. Sjamsuddin

D i tengah krisis iklim global yang semakin mengkhawatirkan, agama tidak boleh hanya berdiri di menara gading. Kementerian Agama RI kini mengambil langkah progresif dengan menggagas konsep Ekoteologi. Sebuah konsep yang mempertemukan kesucian ajaran agama dengan etika pelestarian lingkungan. Langkah ini bukan sekadar tren kebijakan, melainkan panggilan teologis untuk memposisikan manusia kembali sebagai khalifah fil ardh—pengelola bumi yang bijaksana, bukan perusak. 1.   Landasan Filosofis: Iman yang Membumi Secara filosofis, ekoteologi berakar pada keyakinan bahwa seluruh alam semesta adalah "ayat" atau tanda-tanda kebesaran Tuhan. Alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan entitas sakral yang memiliki hak untuk lestari. Dalam perspektif Islam, konsep ini bertumpu pada pilar  Tauhid  (Keesaan Tuhan sebagai pemilik alam),  Khalifah  (Mandat manusia sebagai perawat bumi), dan  Mizan  (Keseimbangan alam yang harus dijaga). 2 . ...

Menertibkan Anak, Bukan Menyakiti Jiwa: Menguji Sanksi "Keras" di Madrasah NTT dalam Timbangan Kearifan Lokal

Gambar
Pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di lingkungan Madrasah, selalu berdiri di atas dua pilar raksasa: disiplin yang teguh dan penghormatan terhadap orang tua/guru. Di tanah yang keras ini, ada pameo tak tertulis bahwa "rotan guru adalah kasih sayang." Namun, ketika zaman bergeser dan perlindungan anak menjadi harga mati, masihkah metode sanksi lama kita relevan? Atau jangan-jangan, kita sedang mengatasnamakan "kearifan lokal" untuk melegitimasi kekerasan yang seharusnya sudah usang? Antara Kedisiplinan dan Trauma Madrasah di NTT memiliki karakteristik unik. Kita tidak hanya mentransfer ilmu umum, tapi juga membentuk akhlakul karimah. Masalahnya, sering kali batas antara ketegasan dan kekerasan menjadi bias. Sanksi fisik—meski dianggap lumrah oleh sebagian orang tua di kampung-kampung—kini menjadi bom waktu. Apakah tepat menghukum siswa yang terlambat dengan membersihkan halaman di bawah terik matahari Flores atau Alor yang menyengat? Secara fisik, itu...

MADRASAH DAN REALITA: ANTARA KEKUATAN KARAKTER DAN TANTANGAN KETERAMPILAN

Gambar
P endidikan dunia saat ini berpijak pada kerangka kerja yang dirumuskan oleh UNESCO. Dalam laporan Learning: The Treasure Within. (1996) Terdapat empat pilar utama atau model pembelajaran yang menjadi standar global saat ini: 1.   Learning to Know (Belajar untuk Mengetahui): Penguasaan     alat pengetahuan dan cara belajar. 2.   Learning to Do (Belajar untuk Melakukan): Penerapan ilmu dalam praktik dan keterampilan kerja. 3.  Learning to Live Together (Belajar untuk Hidup Bersama): Membangun toleransi dan harmoni sosial. 4.   Learning to Be (Belajar untuk Menjadi Diri Sendiri): Pengembangan kepribadian, kemandirian, dan integritas secara utuh. Bagi madrasah, keempat pilar ini bukanlah konsep asing, melainkan napas yang selaras dengan misi mencetak insan kamil. Namun, jika kita menilik realita di lapangan, jalan menuju idealisme tersebut masih dipenuhi tantangan yang kontras antara kekuatan karakter dan tuntutan keterampilan. ​​ Di tengah ...

Isi Sela Ujian TKA, MIN 3 Alor Gelar Ujian Praktik bagi Siswa Kelas VI

Gambar
Isi Sela Ujian TKA, MIN 3 Alor Gelar Ujian Praktik bagi Siswa Kelas VI

Tumbuhkan Empati, MIN 3 Alor Gelar Aksi Berbagi 250 Paket Takjil

Gambar
  (MIN 3 ALOR) Humas  – Suasana di ruas Jalan Raya Muhammad Saleh seketika berubah hangat pada Kamis (05/03/2026) sore. Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Alor turun ke jalan untuk menggelar aksi bakti sosial berupa pembagian 250 paket takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di depan gerbang madrasah. Dengan senyum ramah, para guru dan siswa tampak antusias menyapa setiap pengendara, menyodorkan paket berisi makanan ringan dan minuman segar guna membantu mereka menyegerakan berbuka puasa di tengah perjalanan. Pembagian Takjil dan Buka Puasa bersama Aksi penuh keberkahan ini bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan, melainkan wujud nyata dari penguatan pendidikan karakter bagi para siswa. Koordinator Pendidikan MIN 3 Alor, Hamidah Lewo, S.Pd.I, menegaskan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai kepedulian sejak dini. Menurutnya, momen Ramadan adalah waktu yang paling tepat untuk mengajarkan kepada anak-anak ba...